Kerinduan

Aku rindukan rindumu Aku rindukan aura tulus kasihmu Aku rindukan langkah pastimu Aku rindukan rinai suci parasmu Aku rindukan ucap syair sakralmu :aku merindukanmu Kasih pada sepasang bintang Dengan malam nan mempesona itu Rusydi Salahuddin Semarang, 29 Mei 2017 Dik, dikaulah pemantik kasih dan sayangku. Dan dirimu merupakan kompilasi anugerah Tuhan yang mulia dalam setiap […]

Read More Kerinduan

Ku Genggam Gelembung Cinta

Terkesima, Disaat ku mendengarkan nada-nada :yang keluar dari aura hatimu Merah muda atau bahkan jingga Tepat ku gambarkan keromantisan malam itu Keromantisan tentang kita Keromantisan yang terbalut pada ikat keharmonisan :Teruntuk pelita malam ku, Rusydi Salahuddin Kamis, 22 September 2016 : 23.49 WIB Klasik dan sakral pusaka porse aura ragamu. Kita dipertemukan dalam dimensi romantisme […]

Read More Ku Genggam Gelembung Cinta

Getir Juangku

Darahku, ialah simbol ketangguhanku Nadiku, ialah sukma petunjuk langkah pastiku Kepal tanganku, ialah simbol merdekaku Rinai ragaku, ialah aroma keharmonisan :bagi anak cucuku Keringat letihku, ialah wujut korbanku padamu pada negeri dengan seribu pesonanya Roda waktuku, ialah wujut kasihku Ruwet akar pikirku, ialah simbol sikap keyakinanku :teruntuk negeri dengan paras eloknya Rusydi Salahuddin Semarang, 7 […]

Read More Getir Juangku

Penyair Cinta

Rintik irama malam itu Sungguh menyayat hati Yang tersketsa pada alur cerita Cerita tentang anak zaman Yang kian meramu tentang :makna cinta Ya. Akulah penyair cinta Peramu kata manja untuk sebuah tanda cinta Rusydi Salahuddin Kebumen, 18 Februari 2017 :Ku buat puisi ini ketika bertepatan dengan hari lahir ayahanda tercinta Ayahku, ayah untuk hidupku. Kasih […]

Read More Penyair Cinta

Teruntuk Sang Pelita Hati

Trisna lan welas asih Rumeksa raharjaning praja Kugambarkan begitu jelas Kesungguhan kasih ini teruntuk mu adinda Emas mutiara yang gemerlapan Tak ku-lupa menyertai rindangnya hati ini :Untukmu adinda Parasmu adalah sketsa menawan Senyummu bagaikan berlian kesyahduan yang menjadikan benih cinta :Tumbuh dalam kerlap-kerlip cahaya suci Adinda tetetasan tinta ini Kuharap dapat menjembatani aura hati ku […]

Read More Teruntuk Sang Pelita Hati

Derai Air Mata

Derai air mata bercucur deras basahi nusa bangsa Berjuta pilu satu rasa dan satu makna untuk ibu pertiwi Kata merdeka buka lagi menjadi candu bisu Kematian, kegelisahan bukan lagi sebuah kenestapaan yang ditakuti Hanya mantra sakral yang lekat dalam kalbu Ya. Merdeka Simbol keberanian untuk sebuah perjuangan Dalam dimensi kegetiran Selimut ketakutan menjadi simbol kala […]

Read More Derai Air Mata

Sungguh

Dinda, Tlah ku coba merasuk Pada kalbu nan pesona itu Ku belai penuh dengan kesakralan :Raga indah mu Ku urai diksi penuh manja pada malam dengan rinai kerinduan Tuk rangkai alunan cintaku padamu Sungguh Rasa dan raga ini Kusertakan dalam ikat kasih :Teruntuk mu adinda Mawar dengan semerbak harumnya Tatkala, rasakan kesungguhan ini Bintang dengan […]

Read More Sungguh